Akhir tahun 2024 kemarin, aku nggak punya
wishlist sama sekali. Karena baru punya bayi beberapa bulan, duniaku berasa penuh warna sekaligus penuh kelelahan karena baru adaptasi dengan jam tidur dan nyusu bayi.
Tapi, kalau diminta pilih satu rencana yang agak bisa diceritakan, rencana khusus untuk tahun 2025 yang nggak tertulis tapi terus terekam dalam benak adalah TIDAK HAMIL!
Berhubung diriku agak parno ya sama kejadian kesundulan (jarak usia anak yang dekat) karena orang-orang terdekatku ngalamin duluan, aku jadinya agak was-was soal ini.
Kenapa?
Jujurly, proses hamil, melahirkan, menyusui, merawat bayi itu adalah sesuatu yang nggak mudah. Persis kayak lari marathon. Nggak bisa buru-buru. Semua ada waktunya.
Hamil 9 bulan lebih.
Kontraksi-melahirkan seharian.
Menyusui 2 tahun (Aamiin).
Bahkan, perkembangan bayi juga ada masanya. ASI Ekslusif usia 0-6 bulan. Belajar makan sejak usia 6 bulan. Bisa tengkurep, merangkak, melangkah, jalan semua ada tahapan usia dan masanya.
Proses yang panjang itu butuh stamina yang kuat, terutama dari seorang Ibu. Kita bukan hanya menjadi pendamping tumbuh kembang anak, tapi juga jadi bagian yang ikut bertumbuh dan berkembang. Dalam 1.000 hari pertama kehidupannya, kalau bisa sih jangan dulu hamil lagi. Bisa kebayang kan gimana capeknya ngejar-ngejar anak yang baru bisa jalan sambil hamil besar?
Selain butuh stamina fisik yang kuat, punya anak (lagi) juga butuh kesiapan dan kematangan seluruh aspek dalam diri orang tua. Let's say, mental. Lalu, finansial. Lalu, pengetahuan. Belum lagi yang paling gong adalah tanggung jawab kita bukan hanya membesarkan, tapi juga mendidik.
Kalau kita merasa belum matang di sini, take a break. Beri jeda pada dirimu. Diskusikan dengan pasangan bagaimana caranya yang paling efektif dan menenangkan untuk mengatur jarak usia anak.
Last but not least, alasanku buat nggak hamil lagi tahun ini dan mungkin sampai tahun depan adalah supaya bisa menggenapkan usia menyusui anak pertama sampai 2 tahun sesuai anjuran di Qur'an. Minimal, sampai lulus toilet training dan rampungnya kurikulum pendidikan anak. Bismillah, semoga Allah mudahkan.
Jadi, catatan dan PR untuk diriku dan kamu yang mungkin mau punya anak :
Teruslah belajar menyayangi dirimu sendiri (self love) dan berlatih regulasi emosi.
Punya anak itu berat. Kita bisa kehilangan diri sendiri saking sibuknya menghadirkan diri buat si kecil dan pasangan. Kemudian karena banyak faktor, kita bisa tanpa sengaja meledak sampai lupa caranya berpikir jernih.
Tetaplah waras di dunia yang edan ini.
Ida M
– ibu yang mulai bisa mikir
#tautannarablog11 #day3
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)