Langsung ke konten utama

Unggulan

Belanja Minim Plastik


Sebulan terakhir, aku sudah membulatkan niat untuk belanja pekanan ke pasar bawa wadah sendiri. Soalnya, aku merasa bersalah tiap pekan ngoleksi lebih dari 10 pcs plastik. Dan plastik kemasan ikan/daging pasti kubuang karena uda amis banyak darah.

Akhirnya, bulan lalu aku coba sharing sama temen-temen yang uda lebih dulu belanja minim plastik. Dapat banyak insight dari mereka.

FYI, daku tipe yang butuh siapin mental dan segala peralatan dulu. Biar nyaman dan geraknya bisa sustain. Aku siapin wadah-wadahnya. Beli beberapa barang :
- wadah panjang buat ikan
- tas anyaman
- jaring-jaring buat sayur/buah

Dan mental. Butuh keberanian dan rela agak makan waktu sedikit lebih lama buat ngemasin pakai wadah.

Dari beberapa kali nerapin belanja minim plastik ini, aku jadi merasa lebih tenang. Kenapa?

Karena koleksi plastikku jauh berkurang. Dari belasan, sekarang tinggal 1-3 pcs untuk sekali belanja. Sudah tidak ada lagi drama buang plastik bekas ikan/daging. Aku sudah bebas dari rasa bersalah itu.

Keberanianku juga semakin meningkat. Makin lama, aku makin ahli nyusun barangnya. Makin bisa atur waktu belanja. Aku cuma punya waktu 1 jam sudah termasuk waktu di perjalanan rumah-pasar.

Believe me or not, 1 jam itu sebentar kali untuk bisa belanja buat stok sepekan. Untuk makan 2 dewasa 1 batita, belanjaku biasanya :

- 3 kg ikan/daging (3-4 jenis)
- 8-10 butir telur (telur biasa/ayam kampung/bebek)
- beragam sayuran (3-4 jenis)
- bumbu-bumbu lainnya

Semuanya kukemas di 2 tas anyaman ukuran jumbo yang bisa digantung di sepeda motor.

Kami lebih suka belanja di pasar tradisional karena lebih murah dan lebih segar. Bonus memakmurkan pedagang-pedagang kecil.

Ternyata, belanja minim plastik itu sungguh menyenangkan dan menenangkan. Worth to try!

Ida M.
—ibu yang seneng belanja

#tautannarablog11 #day10

Komentar

Postingan Populer