Langsung ke konten utama

Unggulan

Menjadi Istri dan (Calon) Ibu


Setelah 57 hari menjadi istri, akhirnya aku ngerasain rasanya pagi-pagi keteteran siapin bekal buat suami, keramas subuh-subuh hampir tiap hari (ehm), ngerjain kerjaan rumah supaya rumah tetep rapi (walau nggak rapi-rapi amat), dan lain-lain.

Meanwhile, di sisi lain aku juga lagi adaptasi dari pekerja penuh waktu di kantor 8 to 5 sekaligus paruh waktu di weekend yang super duper sibuk, menjadi ibu rumah tangga yang mostly waktunya dipake buat jagain rumah. Wkwk.

Biasanya sampe rumah itu capek dan langsung rebahan di kasur, sekarang harus menyambut orang yang capek itu setiap Senin sampai Sabtu dengan senyum sumringah supaya capeknya ganti jadi bahagia karena sudah sampai di rumah.

Di tengah masa probation sebagai seorang istri ini, ternyata Allah Maha Baik juga turut menitipkan janin berusia sekitar 4 minggu dalam rahimku. Betapa menggemaskannya ia ketika pekan lalu kami (aku dan suami) melihatnya untuk pertama kali melalui USG.


Usia kehamilan yang masih terlalu muda memang. Tapi untuk pernikahan berumur 57 hari, siapa sangka bisa memiliki (calon) bayi secepat ini? Alhamdulillah, hadza min fadhli rabbi.

Masih terus belajar memantaskan diri baik jadi seorang istri, maupun seorang ibu. Banyak hal yang harus dipelajari dan ditingkatkan setiap hari.

Selamat datang, hidup yang baru.


Ida M

Komentar

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer