Memutuskan untuk kerja di dua lembaga yang hampir mirip dalam waktu yang bersamaan bukan lah keputusan mudah.
Sampai akhirnya, aku menyadari bahwa pengetahuan dan pengalaman yang aku dapatkan dari kedua lembaga ini saling menopang dan menguatkan kinerja dan keberlangsungan program di masing-masing lembaga.
Di lembaga kemanusiaan, aku belajar banyak tentang konsep design thinking sebuah program. Pohon masalah, LFA, WBS, analisis stakeholder, baseline endline survey, dan sejenisnya.
Di lembaga penyedia beasiswa, aku belajar banyak tentang membina dan membentuk penerima manfaat menjadi sesuai dengan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh lembaga. Belajar bagaimana memanusiakan manusia.
Keduanya saling menopang, menumbuhkan empati, dan menghasilkan daya guna dan dampak yang luar biasa jika mampu dikolaborasikan.
Ketika aku mencoba menerapkan ilmu design thinking ke social project adik-adik penerima beasiswa, project mereka jadi lebih powerful.
Ketika aku mencoba menerapkan ilmu empati dan memanusiakan manusia dalam pendampingan fasilitator program di lembaga kemanusiaan, hasilnya juga lebih bermakna.
Dan aku bersyukur menjadi bagian dari keduanya. Walau kadang lelah di salah satu atau keduanya, tapi ada saja hiburan-hiburan kecil yang Allah berikan dari salah satu atau keduanya.
Mencari harta dunia lewat pekerjaan sudah biasa. Namun, mencari akhirat lewat pekerjaan itu yang susah dan sedang kita upayakan, bukan?
Ida M
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)