Suatu ketika di sesi kabar-kabari, salah satu dari gadis-gadis ini berkata, "Sepertinya ini satu-satunya ujian buatku saat ini, Kak. Kalau nggak ada hal ini kayaknya aku ga punya ujian dalam hidup.."
Sebelumnya dia cerita panjang lebar soal kerjaan-kerjaannya yang mulai padat dan menyita banyak waktu dan tenaga. Ditambah, gaji yang diberikan dinilai tidak sepadan dengan beban kerja.
Aku menyelami kata-katanya. Bener juga sih. Kadang kita tuh nggak nyadar bahwa ujian yang Allah beri itu sebenarnya sangat sedikit dibanding nikmat-nikmat yang udah Allah kasih.
Cuma kadang juga kita tuh lupa. Justru fokusnya ke satu ujian itu. Menganggap itu adalah masalah yang besar seperti batu yang harus segera disingkirkan dari jalan. Padahal, bisa jadi itu cuma kerikil di sabana indah yang Allah sediakan selama kita hidup di dunia.
Jadi inget yang dibilang ustadz,
"Dunia ini memang tempatnya ujian. Selagi kita masih hidup di dunia, kita akan terus diuji, baik dengan kelapangan atau kesempitan. Kalau lapang, disyukuri. Kalau sempit, disabari. Nikmatilah. Nanti kalau sudah mati, baru ujiannya selesai."
Memang benar. Kadang untuk menyikapi sebuah masalah, kita hanya butuh mengubah sudut pandang. Sabar dan syukur. Syukur dan sabar.
Semoga Allah selalu meridhoi apa-apa yang kita lakukan di dunia ini.
Ida M
Kak Ida 🥹 love you
BalasHapuslove you too~
HapusAwas hati hati kenak marah sama marbotnya klian sudh terpantau
BalasHapus