Menjelang berakhirnya kontrak kerja di sebuah lembaga penyedia beasiswa, drama-drama mulai banyak terjadi.
Dimulai dari fasilitator laki-laki wilayah Medan yang memutuskan untuk tidak lanjut kontrak. Tapi konsekuensinya, harus cari pengganti yang direkomendasikan.
Meanwhile, aku mutusin untuk tetap bertahan seenggaknya setahun lagi. Meskipun, nggak ada yang tau gimana ke depan. Apakah tetep lanjut atau nggak.
Ditambah, ternyata secara tiba-tiba, salah satu anak kos memutuskan untuk pindah kosan karena dapet tawaran kerja yang menyediakan fasilitas rumah.
Ditambah, temen yang mau daftar jadi fasil, ternyata mengurungkan niatnya karena ada tawaran kerja di luar pulau yang mengharuskannya nomaden Medan-Jakarta.
Ada lagi, kepala cabang yang ngabarin beliau cuti panjang selama 1 bulan penuh setelah sebelumnya juga work from another province selama lebih dari 2 pekan.
Drama orang-orang yang datang dan pergi itu berujung pada sebuah hikmah:
"Sekuat apapun keinginan kita untuk pergi, kalau Allah masih ridha kita ada di tempat itu, kita tetap akan berada di situ. Begitupun, sebaliknya."
Semua hal bisa jadi plot twist. Nggak ada yang bisa prediksi. Selisih milisecond, semua kemungkinan bisa terjadi.
Udah deh. Emang paling bener ngikut aja apa mau-Nya. Walau mungkin kondisinya nggak seideal yang kita ekspektasikan. Tapi yakin aja, kondisi apapun itu pasti bisa kita lewatin. Yakin bahwa itu adalah kondisi terbaik yang Allah beri untuk kita.
Ida M
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)