Langsung ke konten utama

Unggulan

Malam ke-27


Kala itu, malam ke-27 Ramadan. Selepas shalat, aku membaca Qur'an. Tiba-tiba hatiku sesak dan ingin menangis ketika tiba pada sebuah ayat. Ayat yang aku tak tahu apa terjemahannya.

Selepas membaca ayat itu, aku membaca terjemahannya, lalu membaca ayat setelahnya, dan terjemahannya lagi. Aku berhenti dan tumpah dalam air mata.

Ayat yang aku bahkan tak tahu bahwa itu ada di Qur'an. Ayat yang menjadi jawaban atas doa-doa yang belakangan ini aku panjatkan.

QS Asy-Syura ayat 11-12.


Ramadan ini, entah kenapa aku memang lebih banyak meminta jodoh dibanding Ramadan sebelumnya. Semoga ini bukan karena tekanan eksternal atau rasa terburu nafsu.

Jadi ketika secara tiba-tiba Allah pertemukan dengan ayat itu, aku merasa malu. Sangat malu. Lupa bahwa Allah sudah mengatur semua rezeki makhluk-Nya, termasuk soal jodoh.

Tugas kita cuma ikhtiar dan tawakkal. Kapan itu akan diberi, biar itu jadi urusan yang kita serahkan pada-Nya. Seleksi Allah sejatinya tengah berlangsung. Dan pilihan Allah pasti tak akan pernah salah.

Apalah daya dan intelektual kita yang cetek ini. Sedangkan ilmu dan pengetahuan Allah seluas langit dan bumi.

Duhai Allah, terima kasih sudah memberi hadiah berharga lewat kalam-Mu di malam ke-27 Ramadan tahun ini. Ini lebih baik dari hadiah apapun yang pernah aku terima sepanjang hidup.

Mulai hari ini, hamba serahkan pada-Mu, duhai Rabb. Engkau yang paling tahu tentang apa yang aku butuhkan.



Ida Mayasari,
I'tikaf malam ke-29
Masjid Musabbihin, 1444 H

Komentar

  1. Alhamdulillah tahun ini doa doa nya sudah di ijabah.

    BalasHapus

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer