Bisa-bisanya ya. Sebelum pergi kerja kemarin, aku dan Jura berbincang soal kerjaan kantor terus berujung pada refleksi yang nggak disangka-sangka.
Berawal dari Jura yang udah siap-siap, tapi masih buka laptop dan buku lalu berujar, "Aku belum ada ide untuk presentasi mau dibawa kemana bidangku ke depan."
"Mau ide dariku?", tanyaku.
Lalu, kami saling bertukar pendapat dan viola! Sembari ngeluarin motor dari rumah, Jura bilang, "Sebenarnya, kalau kita bisa mendalami kerjaan kita sekarang, kita bisa jadi expert di bidang ini kan.."
Dan aku menimpali,
"Bener. Kita ini sebenarnya beruntung nggak sih, Ju? Bisa kerja di NGO/Laznas yang kerjanya bantuin orang lain. Apalagi kita di bidang program. Orang lain tuh pengen gitu turun ke lapangan salurin bantuan ke orang lain tapi nggak punya uang. Nah, kita malah digaji lho buat ngelakuin hal itu. Tapi kita kurang bersyukur. Masih banyak ngeluhnya. Terlepas dari gaji dan lingkungan kerja, kita harusnya sadar bahwa kerjaan kita sekarang itu adalah implementasi langsung dari bermanfaat untuk orang lain. Dan kalau kita bisa expert dalam pengelolaan program, ke depan mau di mana aja, kita bisa aplikasikan kebermanfaatan kita ke masyarakat."
Gegara berbincang sebelum pergi kerja, akhirnya ke kantornya telat. Sungguh, waktu berbincang yang tidak tepat. Wkwkwk.
--
Salam Semangat, Readers :)
Ida Mayasari
Salam semangat juga, Writer!
BalasHapusThank you!
HapusWkwkwk 😆
BalasHapusJd pngin masuk HI
BalasHapus