Langsung ke konten utama

Unggulan

BuRuj


Kisah ini dimulai dari sebuah memori sekitar tahun 2012 atau 2013. Ketika kami serumah sedang gandrung dengan bumbu rujak buatan Mamak.

Kala itu, kami punya niat untuk memasarkan. Tentunya, belum kepikiran untuk online. Karena pada saat itu situs marketplace belum setenar sekarang. Dan digital marketing masih jadi hal yang asing bagi kami.

Hingga akhirnya, berhentilah rencana berjualan bumbu rujak hanya sampai tahap niat.

Tahun 2020, entah kenapa otak bisnis saya mulai melihat peluang pasar. Ketika itu, teman-teman sering datang ke rumah. Kami selalu ngerujak bareng. Hampir setiap hari. Seolah tak ada kebosanan mengonsumsi si bumbu rujak.

Saya lalu terceletuk untuk memasarkan bumbu rujak buatan Mamak. Saya minta Mamak untuk produksi, lalu saya yang jualkan.

Dan, ya. Alhamdulillah, BuRuj (akronim dari Bumbu Rujak) cukup diterima oleh banyak orang.

Kakak dan abang ipar saya juga jadi ketularan jualan. Target pasar mereka ternyata lebih luas. Dalam waktu singkat, terjual puluhan botol.

Saya senang, akhirnya bisa mengenalkan bumbu rujak buatan Mamak di rumah, ke banyak orang. Kenikmatan itu akhirnya tidak berhenti hanya di rumah kami.

Semoga Mamak bahagia dan ridha dengan hal itu.

Ida Mayasari
Owner @burujbumburujak

--

Masih #30dayswritingchallenge #day3

Komentar

Postingan Populer