Apa yang terlintas dalam benakmu ketika aku berkata "bekas luka"?
Beberapa dari kita mungkin akan berpikir bahwa bekas luka harusnya disembunyikan saja. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Begitukah?
Seorang temanku memutuskan untuk menutup bekas luka di alisnya dengan ciput yang hampir menyentuh mata. Dia merasa jengah tiap kali orang bertanya, "Bekas apa itu di alismu?"
Temanku yang lain memutuskan untuk mengubur kisah-kisah pahit dalam salah satu episode perjalanan hidupnya. Membiarkan kisah itu terpendam, hingga tak ada satupun orang yang boleh membukanya.
Beberapa waktu lalu, tanganku terkena minyak panas. Kulit luarnya melepuh. Beberapa pekan kemudian menyisakan bekas luka. Selama masa pemulihan, aku bisa merasakan rasa prihatin setiap orang yang melihat luka bakar itu. Namun entah kenapa, aku sendiri tidak merasa bahwa luka ini harus dikhawatirkan atau diprihatinkan.
Karena aku berpikir..
Tidak apa-apa jika kita pernah terluka dan bekasnya masih terlihat. Tidak perlu malu. Bekas luka membuktikan bahwa kita pernah berada dalam masa sulit. Dan ternyata, kita bisa melalui semua itu.
Berbanggalah. Karena tidak semua orang pernah mendapatkan luka seperti yang pernah kita dapatkan. Kita bisa jadi lebih berpengalaman dalam mengelola rasa sakit.
Jadi, mulai hari ini. Bekas luka itu, jangan lagi disembunyikan. Izinkan rasa sakitnya yang tersisa dalam dadamu, sembuh secara utuh.
 |
| 5 tahun sebelum luka itu ada. |
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)