"Kau punya masalah yang rumit. Sebenarnya, sekarang kau pura-pura bahagia, kan?" adalah pertanyaan paling pahit bagi seseorang yang tengah terluka. Bukan karena pertanyaan itu salah. Bukan pula karena kamuflase selama ini ketahuan.
Tapi karena, kau tahu dia tengah terluka. Namun, kau lebih memilih untuk memperlebar robekan luka dari pada membantunya untuk sembuh.
Sekalipun benar, bahwa dia memang berpura-pura bahagia, maka harusnya sikap bijak yang bisa kau berikan padanya adalah senyuman tulus dan pelayanan terbaik yang bisa kau lakukan.
Seorang dokter atau perawat, ketika mendapati pasien tertawa bahagia pada masa pemulihan, tidak pernah mengatakan, "Kau ini sakit parah. Pasti kau sekarang pura-pura bahagia, kan?"
Dokter dan perawat tahu betul bahwa si pasien memang sedang sakit parah. Maka, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menambah kebahagiaan pasien, tak peduli apakah kebahagiaan yang ditampakkan nantinya itu tulus atau pura-pura.
Kadang, kita harus berpura-pura bisa melakukan sesuatu. Sampai akhirnya kita betul bisa melakukan hal itu, dan lupa bahwa kita tengah berpura-pura.
Aku bersama lukamu.
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)