Ketika masih kecil dulu, cerita apa yang sering kita dengar? Cinderella? Si Kancil dan Buaya? Atau Malin Kundang dan Sangkuriang? Apapun itu, dulu kita memang tidak bisa memilih ingin disuguhkan cerita apa. Sebab kita yang sedang diisi botol pengetahuannya oleh para orang dewasa.
Pada tahun 2012, aku mulai tahu bahwa ada sebuah buku bernama Sirah Nabawiyah. Berisi cerita Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihi Wasallam sejak sebelum lahir hingga wafat. Tebalnya tidak setebal novel Harry Potter yang berjilid-jilid itu. Jadi, buku ini harusnya sangat bisa untuk kita lahap dan habiskan.
Aku terkesima dengan kisah-kisah yang ada di buku itu. Tokoh-tokoh yang selama ini hanya ku tahu sekilas pandang, ternyata sangat menakjubkan ketika semakin kita kenal. Sebut saja, Khalid bin Walid, Abdullah bin Rawahah, Khadijah binti Khuwailid, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, dan lain-lain.
Belum lagi Rasulullah sendiri yang jelas jadi paket komplit manusia paling sempurna di dunia. Sesungguhnya kita tidak butuh sosok lain untuk dijadikan idola, selain Rasulullah.
Kalau kisah Rasulullah dan para sahabat saja sudah cukup drama, heroik, dan penuh hikmah, lantas mengapa kita tidak coba lebih banyak lagi membaca kisah-kisah ini untuk nantinya dikisahkan kembali sebagai dongeng pengantar tidur bagi anak-anak atau adik-adik kita?
Betapa kerennya ketika anak-anak kita nanti ketika ditanya "Siapa pahlawan favoritmu?", jawabannya bukan lagi "Captain Amerika" atau "Spiderman". Tapi dengan tangan mengepal, dia berkata, "Khalid bin Walid" si pedang Allah yang terhunus atau "Usamah bin Zaid" si panglima perang termuda.
Hari ini, kita lah orang-orang dewasa yang punya peran mengisi botol pengetahuan para kanak-kanak di sekitar kita. Siapkah menanamkan cinta dan kerinduan pada hati lembut mereka lewat kisah Rasulullah yang istimewa?
Ida Mayasari
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)