Satu hal yang saya jarang ceritain di blog. Tentang
kirara.id, brand hijab yang saya coba kembangin sejak 2016, tapi lagi vakum hampir setahun terakhir.
Kemarin saya beres-beres kamar. Ga sengaja nemu catetan orderan kirara.id dari awal dulu. Ternyata ada sampai 16 halaman catatan. Saya perkirakan jilbab yang sudah terjual lebih dari 300 pieces. Sebuah angka yang cukup banyak menurut saya, untuk kapabilitas penjual bermodal minim seperti saya.
Kirara.id tercipta berangkat dari kegelisahan saya sendiri terhadap khimar-khimar yang sedang tren tapi harganya terlalu mahal di kantong mahasiswa penerima beasiswa orang tua seperti saya.
Akhirnya, saya memutuskan untuk beli kain sendiri ke toko, dan jahit gulung ke tukang jahit. Ternyata, teman-teman banyak yang suka dengan jilbab yang saya kenakan. Saya lalu 'memfasilitasi' keinginan mereka untuk memiliki hijab syar'i dengan harga yang bisa dibilang paling murah di antara kebanyakan.
Terciptalah KIRARA.ID. Nama yang terlintas begitu saja dari nama jenis kain yang biasa saya beli.
Kirara.id lalu tersebar dari mulut ke mulut. Dari adik kelas hingga saudari luar pulau. Tapi kebanyakan orderan datang dari orang-orang sekitar.
Kenapa saya mau jualan?
Karena ini adalah profesinya Rasulullah ketika muda. Selain itu, saya yakin bahwa kita ga bisa paksa siapapun untuk beli barang kita. Setiap yang datang membeli, pasti ada peran Allah yang menggerakkan hati mereka.
Jadi, ga perlu takut buat jembrengin harga barang di caption IG. Apalagi sampe gembok akunnya. Ga perlu ya, Sis. Justru kadang hal-hal kayak gitu buat orang-orang males beli karena ribet harus inbox dulu buat tanya harga. Hmm.
Entah sudah berapa kali Allah menyelamatkan finansial saya melalui kirara.id. Semoga kirara.id juga bisa mengalirkan pahala jariyah bagi saya sebab memudahkan para muslimah menunaikan kewajiban mereka. Aamiin allahumma aamiin.
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)