Terkadang, saya ingin tahu apa sebenarnya alasan orang suka ngobrol atau suka nulis.
Untuk saya pribadi, setelah saya pikirin lama, ternyata alasan saya ngobrol panjang lebar dan nulis selama ini, selain supaya bermanfaat bagi orang lain, adalah karena saya perlu ngeluarin isi kepala saya yang kadang njelimet dan buat mumet.
Perlu disadari, bahwa apa yang kita pikirin itu ga semuanya bener. Pasti ada aja satu dua pemikiran kita yang kurang pas dan agak melenceng.
Dan alangkah baiknya, untuk pemikiran kita yang kurang bener itu, ada orang yang bersedia mengoreksi dengan bahasa cinta. Azek.
Ketika pemikiran itu dikeluarkan atau diungkapkan, maka kemungkinan ada orang lain yang membaca dan meluruskan kekeliruan kita itu jadi lebih besar.
Sehingga, si pemikir tidak sibuk dengan pemikirannya sendiri dan tidak berpikir bahwa semua yang dipikirkannya adalah kebenaran mutlak yang bisa menjadi bibit keangkuhan bagi dirinya.
Betapa banyak orang yang hanya mikir dari satu sisi, yaitu sisinya sendiri. Lalu, meramu hipotesisnya itu dengan bumbu prasangka, sakit hati, kecewa, dsb, hingga akhirnya dia nyerah dan memutuskan keluar dari sistem dengan alasan kecewa sama salah satu orang yang ada di situ.
Btw, saya lebih sering nulis di blog karena tidak ingin tulisannya dibaca orang lain. Instagram, WA Story, dan Facebook terlalu terbuka. Aneh ya. Sudah dipublish, tapi tak mau dibaca. Yang penting isi kepala saya uda keluar dulu, jadi ga mumet lagi. Kalau ada yang mau baca, ya silakeun aja.
Intinya, jangan terkejut kalau ketemu sama orang yang suka ngobrol atau suka nulis. Mereka cuma perlu didengerin. Diambil hikmahnya kalo cocok, dan dikoreksi kalau ternyata salah.
Jadi, kalau tulisan atau obrolan saya ada yang keliru dan agak melenceng, tolong lurusin ya, Gaes.
Dah lah ya. Gitu ajha. Bye.
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)