Apa kabar, Rindu?
Akhirnya kau tiba
Bersama gemuruh tak kunjung luruh
Menggema menggaung meraung
Kuanggap itu adalah jawaban atas
Tumpukan rindu yang terlanjur menggunung
Dalam samuderaku yang paling palung
Apa kabar, Rindu?
Tak seperti kehadiranmu biasa
Hari ini, ku beranikan jiwa
Menyentuhmu dalam derai
Mendekapmu bersama udara
Meresapi tiap tetes rasa
Terima kasih telah mampir
Ke halaman belakangku
Mengomeli dan membelai
Aku yang rapuh
(Medan, 15 Maret 2018)
—
Untuk hujan, teman lamaku
Tak pernah serindu ini padamu.
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)