Saya baru memahami satu hal. Tentang teori aksi sama dengan reaksi. Tentang peribahasa apa yang kita tanam hari ini, maka itu pula yang akan kita tuai esok. Tentang kutipan apa yang kita lakukan ke orang lain hari ini, itu pula yang akan orang lain lakukan ke kita esok.
Saya merasa tertampar.
Perilaku yang dulu saya anggap biasa, wajar, dan pantas orang lain dapatkan dari saya, ternyata adalah sebuah kedzhaliman. Kedzhaliman yang saya baru rasakan sekarang. Ketika saya mendapat perlakuan yang hampir sama dari orang lain yang berbeda.
Ternyata, dulu saya dzhalim ke orang lain. Dulu saya egois. Cuma mentingin diri sendiri. Ga mikirin perasaan orang lain.
Belakangan, saya merasa terdzhalimi. Tapi Allah masih sayang. Masih cinta. Masih mau memberikan penyadaran pada saya.
Allahummaghfirlii.
“Tuhan (Allah) tidak menzalimi mereka itu (maksudnya manusia), tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (Ar Rum: 9)
Artinya:
"Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Kontemplasida,~
BalasHapusKontempladly.. wkwk
BalasHapus