Sungguh, aku begitu malu
Pada deretan aksara yang kian retak
Pada gemuruh sesal yang memaksa menyeruak
Pada berpasang mata jeli
Yang kutahu satu dua menyimak untaian huruf-huruf ini
Pada jemari, lidah, dan seluruh anggota tubuhku sendiri
Yang terlalu cepat melontarkan sesuatu tanpa penyaring
Hingga tak jarang banyak hati teriris perih
Sisanya,
Aku malu pada Tuhanku
Yang masih memberi udara setiap pagi
Bahkan tanpa aku minta sebelum terlelap
Yang masih memberi rezeki dari banyak cara
Bahkan tanpa aku pinta dalam munajat
Sungguh, aku malu sekali
Ramadan berlalu bak pemburu saru
Entah wajah apa yang akan kubawa esok pada Tuhanku
Tak pantas rasanya terlalu bersuka cita di hari kemenangan
Sedang dosa-dosaku tak kutahu pasti
: terkikis ampunan, atau
Justru makin marak tersebab dada yang tak lapang
Maka semoga saja,
Allah terima amalan-amalan kita
Allah curahkan maghfirah-Nya tanpa jeda
Dan Allah ridhai setiap persinggungan kehidupan
Maka, padamu
Duhai teman-teman yang sedang membaca
Maafkan aku
Maafkan aku
Sungguh, maafkan aku
Untuk setiap prasangka, kata, dan tingkah
Yang kutahu pasti, pernah barang sekali, mengiris ulu hatimu
Mari saling berlapang-lapang :"
.
.
.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Happy ied mubarak! 😊
(mumpung masih syawal)
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)