Lagaknya, para awan paham betul
Arti rindu dan sepi
Hingga jingga mega mendung
Tak lagi terlukis beberapa hari belakang
Rintiknya memaksaku menutup
Pintu dan jendela, juga
Menghidupkan lampu-lampu berpendar seadanya
Dikiriminya aku senandung tempias
Demi mengisi hening malam dan relung
Dipaksanya aku memilin do'a
Sejak senja sampai pagi buta
Duhai, sebenarnya
Aku terhibur sekali beberapa hari ini
Hanya saja
Sebuah ruang kian senyap
Akan kalimat
yang masih terucap gagap
Sudah siap?
©idamysari | 170512
Finally~ puisi, setelah sekian lama.
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)