Pada suatu ketika, saya pernah katakan pada seorang sahabat. Sebut saja ia Mawar, karena memang namanya Mawar dalam bahasa yang berbeda.
Cerita tentang ide-ide gila yang saya punya. Yang sampai sekarang masih sekadar khayalan.
"Kenapa Ida ga bilang ke Bapak itu (salah satu dosen)?"
"Ga kepikiran ke beliau."
"Lain kali dicatet ide-idenya itu, Da. Biar ga lupa."
"Hehe. Iya. Udah kok. Tapi ga semua."
Saya sering mengalami hal seperti ini. Mengutarakan ide segar ke banyak orang, tapi tak ada yang antusias. Sedang saya tidak bisa merealisasikannya sendirian. Hingga akhirnya bosan. Dan memutuskan menyimpan ide-ide itu.
"Ida belum ketemu aja orang yang sama 'gilanya'. Sekali ketemu, rupanya ga klop."
Jadi, pada Mawar.
Belakangan saya sering cerita.
Tentang ide baru untuk tugas-tugas yang belum menemui muara. Sampai akhirnya saya sadar. Ternyata jiwa dan takdir seorang penemu (inventor) itu tak bisa disembunyikan. Ia akan dipaksa untuk keluar dan menjadi berbeda.
Kamu, sudah menemukan sesuatu?
Salam,
Ida Mayasari
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)