Kau benar membuatku bingung
Sekali lagi aku
Harus memutar otak demi
Menebak apa isi dirimu
Ah, kau benar membuatku begitu terkatung
Kukira aku kenal kau sedekat sungai pada batunya
Kukira aku kenal kau seakrab burung pada dahannya
Kukira aku kenal kau, begitu hangat dan bersahabat
Tapi malam ini,
Kau buat aku merenung lagi
Tentang memori yang tengah kau pendam sendiri
Tentang bunga yang tengah kau bakar mati
Lalu aku mengintip dari celah tersembunyi
Menerka, maksud puisimu kemarin hari
Benarkah telah kandas semua perih
Sedang sinar sepasang mata menjadi kaca yang kutangkap senantiasa
Takutku, pecahannya menyebar kemana-mana
Kepada jarak yang kau kata kita butuhkan,
Kepada tangis yang kau anggap mampu redakan,
Kepada daun-daun terserakkan,
Mampukah kita menata kembali sebuah taman?
Dari jarak sepersekian
Aku menutup kembali sebuah catatan
Semoga kau selalu diberi kekuatan
Untuk selalu berpuisi dalam hening kegelapan
Untuk sebuah nama,
Pengagum puisinya
Ida Mayasari
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)