Aku telah menunggumu
Berkawan derit-derit jendela rumah kita
Bersama secangkir teh kesukaanmu yang mengepulkan sebuah wajah
Hangat, mengecup pipiku yang dingin
Suatu ketika kau datang
Bersama permaisuri cantik yang aku pernah hidup melalui plasentanya
Menginaplah kau dan permaisuri di sebuah istana tanpa menara
Menginap pula kau di hatiku selama-lamanya
Ekstra masa diterima sudah
Syukur kita masih terus mengucur
Kau selalu ingatkan akan kepala enam
Dan aku baru setahun masuk kepala dua
Antara haru dan bergemuruh degupku
Ingin terbang ke rangkulan dan menyatu dengan nadimu
Aku tahu kau sudah rindu
Akupun begitu, Cintaku
Namun aku juga sedang tak menentu
Meniti masa-masa depanku dengan garis pena milikmu
Mengalirlah deras namaku dalam do'a-do'a
Sehat-sehat ya, Pak
Pahlawan kami semua
Ayah berhati samudera
Selamat hari Ayah,
Anak bungsu Bapak
Ida Mayasari
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)