 |
| foto dari : freebigpictures.com |
Ada yang menari-nari : kupu-kupu
Dalam dada ini
Atas hadirmu,
Mawar berkelopak matahari
Merah dan bercahaya
Masih ingatkah?
Kala aku jajah rumahmu demi membunuh waktu
Kala siang bolong di masjid depan kuburan itu
Kala hafal larik bernada "dua lebih baik dari satu"
Tak ada yang lebih seru
Selain menggandeng lenganmu
Menapaki jejak putih abu
yang kini jadi debu
Masihkah kau seperti dahulu?
Tangis pecah,
Senyum manja,
Kreativitas tanpa batas
Aku sungguh ingin mendaratkan kau
di satu tempat
: pelukku
Dan kini, kau hadir lagi
Mawar berkelopak matahari
Memori laun menguap
Mengepulkan lingkar wajahmu
Berpita kepik dua puluh dua
Merah dan bercahaya
***
Happy 22nd birthday, mawar berkelopak matahari ;
@bebyhardianty!
"Bersemangatlah menyentuh mimpi-mimpimu!"
(H+1 milad Beby, dan minta kado puisi. Maaf kalo ga bagus, beb. Spontan uhuy soalnya. *alibi* 😂)
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)