Andai kau masih di sini, Teman
Ada bunga yang dulu coba kita tumbuhkan
Kita pupuk dan siram bebarengan
Meski lebih banyak pupukmu
Aku hanya menyiram sesekali
Sudah sesekali, hanya tetesan pula
Kini sudah mulai tumbuh
Setelah sekian lama,
akhirnya
Andai kau masih di sini, Kawan
Banyak perubahan yang sudah berubah
Bahkan aku sendiri telah bermetamorfosa
Apa jadinya jika kau tetap bertahan di sini
Mungkin kau sudah jadi kiyai kawakan
Andai kau masih di sini
Bagaimana ya nasib taman kita
Mungkin jika kau dulu tetap bertahan
Kami tak akan berjuang sekeras ini
Karena bisa jadi usahamu yang paling keras
Dan kami bisa sedikit bersantai
Tapi sayangnya,
Kita tak boleh berandai-andai, Sobat
Sudah ada Allah yang tuliskan jalan ceritanya
Sudah ada Allah menyelispkan hikmah di setiap rasa
Dimanapun ladang kita,
Semoga tetap bersemi indah
Bukankah emas tetaplah emas
Walau dicampakkan ke lumpur hisap ganas
Ida Mayasari
*edisi puisi yang tercecer di tumblr
Komentar
Posting Komentar
jangan sungkan untuk berkomentar ya :)