 |
| foto dari www.la-lights.com |
Mungkin beginilah hidup memberi kita hikmah.
Dulu gerbong yang kita naiki sama.
Tempat duduk kita juga bersebelahan.
Bermain selalu bersama.
Lalu waktu memisahkan.
Beberapa kita di gerbong satunya.
Beberapa yang lain masih di gerbong lama.
Teman duduk kita kini berbeda.
Tak ada lagi kejar-kejaran ceria.
Tak ada lagi senda gurau tawa canda yang dulu kita punya.
Bahkan saling mengunjungi pun kita tak hendak.
Yang satu berpikir mereka sudah berbeda, lupa rumah asalnya.
Sedang yang pergi berpikir, segannya bertandang ke sana.
Mungkinkah ini cinta?
Tapi terbalut buruknya prasangka
Lalu segenggam akar terbagi dua
Oh, prasangka.
Medan, 13 Mei 2016, tengah malam
Ida Mayasari
dua gerbong berbeda dikereta yang sama
BalasHapussekali kali mereka tidak akan salah arah
karena beraarah pada laju kereta tetap pada tujuan sama.
kecuali yang sengaja turun distasiun yang bukan akhir perjalan.
tapi ini tetaplah kereta.
itu saja
siap, ustadz.
Hapusmaka mungkin beginilah hidup memberi kita hikmah.