Ini puisi waktu tahun 2010 (SMA kelas 1) aku ikut lomba mengarang puisi antar SMA se-kotaku. Kisah tentang lomba ini sempat aku ceritain sedikit di postingan yang satu
ini. Setelah bertahun-bertahun merasa kehilangan puisi ini, akhirnya aku menemukannya. Dan inilah dia. Jeng jeng jeeeeng!!
Akulah alam
Yang kini tengah berdarah
Rintikkan kesedihan
Meronta mohon pertolongan
Dahulu…
Sungaiku alirkan kemurnian
Pancarkan keelokan
Ikan berenang hilir-mudik
Jernih riak air berisik
Dahulu…
Hutanku hijau lebat
Bagai indahnya permadani terhampar
Insan bumi masih bersahabat
Bebaskan aku hidup sehat
Tapi, kini…
Sungaiku penuh sampah dan limbah
Hutanku bukan lagi permadani indah
Bahkan akarnyapun tiada
Gas kelabu racuni kota
Menyesakkan paru-paru dan dada
Sang surya bak dijunjung
Teriknya sampai ke ubun-ubun
Akulah alam
Yang kini tengah murka
Pada manusia yang jahil tangannya
Ku tumpahkan bah
Ku longsorkan tanah
Ku tuangkan larva
Bilakah kau sadar wahai manusia?
Itu teguran yang Pemilik Bumi sampaikan
Agar tiada nanti penyesalan
Di ujung tanduk kehidupan
 |
| can you find me? |
Salam Semangat, Readers :)
Ida Mayasari
Bakat menulis puisinya luar biasa. Terus poles dengan banyak membaca. Keren. Keep reading. Keep writing. Keep posting. #SalamAKUBISA
BalasHapusterima kasih banyak, mas :) #SalamAKUBISA
HapusBakat menulis puisinya luar biasa. Terus poles dengan banyak membaca. Keren. Keep reading. Keep writing. Keep posting. #SalamAKUBISA
BalasHapus