Langsung ke konten utama

Unggulan

Bintang



Kali ini sebut saja ia Bintang. Indah berkilau, namun tak terjangkau. Izinkan aku sedikit bersajak untuknya.


Bintang,
Aku datang dan nanti kau sekian lama
Aku duduk di atas dinginnya kebisuanmu
Aku merunduk dan tak ada daya melangkah
Namun kau bergeming



Kisah apa lagi yang harus kututurkan
Cerita pilu mana lagi yang tak ada kau


Senatiasa sinari malamku
Dan berkatalah, Bintang
Aku rindu menyentuh nadamu


Hanya untuk dia yang tak pernah membaca curahan hati blog dan twitterku, bahkan jarang sekali membuka facebook-nya sendiri. Hanya untuk dia yang terpaksa mengikuti ekstrakulikuler puisi dan pidato, padahal minatnya pada sepakbola. Hanya untuk dia yang menyusul setelah empat hari aku hadir di dunia. Sebut saja ia "Bintang".






Komentar

Posting Komentar

jangan sungkan untuk berkomentar ya :)

Postingan Populer