Ia masih tersimpan rapi diantara buku-buku dalam lemari kaca. Baru sekali aku menyentuhnya. Tepat di hari yang sama ketika barang itu kuterima. Arloji, ehm, lebih tepatnya jam tangan bertali putih. Ada pasir buatan di sekelilingnya. Berputar bila digoyangkan ke kanan dan ke kiri.
Sudah hampir dua bulan ia menjadi penghuni di kamarku. Tapi belum pernah aku memakainya. Bukan karena aku tak suka dengan modelnya atau tak senang dengan pemberinya. Tapi karena ia terlalu besar jika melingkar di tanganku yang kurus ini. Haha. Maafkan aku, Kawan.
Mungkin, suatu hari nanti aku 'kan mengenakannya. Mungkin ketika aku telah jadi mahasiswi. Atau lebih tepatnya ketika tanganku telah cukup pantas untuk mengenakannya.
Satu hal yang aku bingungkan sekarang. Sang pemberi arloji itu akan berulang tahun. Apakah aku harus memberinya hadiah juga? Aku tak keberatan jika harus melakukannya. Namun aku takut dia salah mengartikan. Ah, entahlah. Kuharap dia tak kecewa jika di hari istimewanya aku hanya menyodorkan tangan hampa.
*Ida Mayasari :)
such a beautiful feeling i got when i read this post
BalasHapusreally? :D
BalasHapusit's nice can make you delighted...
but why? have u ever had the same accident like my story above?
no, i never had this before
BalasHapusthis is ur story
but u wrote it down like a poetry in phrase
u make a good words choice
*sorry for ma grammar
uh.. :">
BalasHapusyour statement makes me want to fly...
thank you, put. I'll make the better ones. :)
just fly and i'll tie u up like a ballon
BalasHapushaha
im waitin for ur new post
haha..
BalasHapuskeep waiting and checking my blog.
:)
sure =]
BalasHapus